Rabu, 07 Maret 2012

Berbakat Kaya # 4 (Sangat Percaya Diri)

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Puji syukur kita panjatkan selalu kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua hingga hari ini.

Masih lanjutan dari artikel sebelumnya.

Calon-calon orang yang berbakat kaya percaya diri bukan dari uang yang dimilikinya. Tetapi dari kecerdasan otak yang mereka miliki untuk mendapatkan uang.

Ketika orang menengah, orang miskin, dan orang awam menggantungkan kepercayaan dirinya pada berapa banyak jumlah uang yang dimiliki.

Disini dapat dibandingkan!

Calon-calon orang yang berbakat kaya tidak takut kekurangan uang, melainkan mereka takut terbatasnya investasi untuk membuat uang mereka berkembang lebih cepat.

Ketika orang menengah, orang miskin, dan orang awam sangat ketakutan kalau sampai uang mereka berkurang atau habis.

Renungkan!

Tetap semangat.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 06 Maret 2012

Berbakat Kaya # 3 (Tidak Berpikir Konsumtif)

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Puji syukur kita panjatkan selalu kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua hingga hari ini.

Masih ingat dengan artikel yang kemarin? Tentunya masih donk.

Oke, kita lanjut saja ya sob...!! 

Calon-calon orang yang berbakat kaya selalu berpikir tentang apa yang akan mereka lakukan dengan uang mereka agar jumlahnya menjadi berlipat ganda.

Ketika orang menengah, orang miskin, orang awam memikirkan apa saja yang akan dibeli ketika memiliki sejumlah uang.

Disini dapat kita lihat!

Bahwa calon-calon orang yang berbakat kaya memandang dari sudut produsen, sedangkan orang menengah, orang miskin dan orang awam memandangnya dari sudut konsumen.

Paham!

Tetap semangat.

Semoga bermanfaat.

Senin, 05 Maret 2012

Berbakat Kaya # 2 (Peduli Kebutuhan Orang Lain)

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Puji syukur kita panjatkan selalu kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua hingga hari ini.

Masih melanjutkan dari artikel kemarin, kita lansung aja yach!

Calon-calon orang yang berbakat kaya berpikir keras bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan orang lain dan menciptakan sesuatu yang baru untuk orang lain.

Ketika orang menengah, orang miskin, orang awam berpikir keras bagaimana memenuhi kebutuhan sendiri.

Satu contoh lagi!

Calon-calon orang yang berbakat kaya malah sering berpikir tentang produk apa yang bisa dijual demi memenuhi kebutuhan orang lain. 

Ketika orang menengah, orang miskin, dan orang awam berpikir apa lagi yang mampu dibeli.

Perlu diingat! Membenahi cara berpikir adalah langkah pertama dan yang utama.

Sebab cara berpikir dapat berpengaruh pada persepsi, cara mengambil keputusan dan cara bertindak.

Tetap semangat.

Semoga bermanfaat.

Minggu, 04 Maret 2012

Berbakat Kaya # 1 (Berpikir Ala Orang Kaya)

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Puji syukur kita panjatkan selalu kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua hingga hari ini.

Dalam kehidupan di dunia yang fana ini, dapat kita lihat adanya banyak perbedaan antara si kaya dengan si miskin.

Terutama dalam hal pola pikir maupun perilaku kita didalam menyikapi perekonomian keuangan keluarga.

Dan pada kenyataannya, orang kaya, orang menengah, orang miskin dan orang awam memiliki cara berpikir dan bertindak yang sangat jauh berbeda.

Bahkan perbedaanya mencapai 180 derajat. Koq bisa? Bagaimana bisa?

Yupz, tentu saja bisa.

Karena orang yang berbakat kaya, segala tindak-tanduknya dan cara berpikirnya layaknya orang kaya.

Coba bayangkan.

Calon-calon orang yang berbakat kaya mati-matian bekerja keras membangun mindset sebagai orang kaya seperti menjadi investor ataupun pemilik aset.

Ketika orang menengah, orang miskin, dan orang awam mati-matian bekerja keras untuk memperjuangkan kenaikan gaji.

Paham! Artikel ini bersambung loch. Coba renungkan!

Tetap semangat.

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 03 Maret 2012

Suka-sukanya Usahawan

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Puji syukur kita panjatkan selalu kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua hingga hari ini.

Bila hari ini kita masih disibukkan oleh pekerjaan yang menjenuhkan, itu berarti kita masih menjadi budak pekerjaan itu sendiri.

Mengapa demikian? Karena suka atau tidak suka, tidak peduli hati sedang gundah atau bad mood.

Tetap saja kita harus masuk kerja tepat pada waktunya. Iya kan. Tidak ada alasan untuk terlambat. Kalo terlambat akan ada saja sanksinya, iyakan.

Itulah sebabnya kalo Anda masih ada di zona nyaman alias karyawan, Anda tidak akan lepas dari rutinitas yang monoton lagi menjemukan.

Apakah itu masih bisa dibilang nyaman? Kerja 8 jam sehari, berangkat pagi pulang sore dengan mendapatkan gaji pada setiap bulannya....hmm.

Tidakkah terpikir oleh Anda, bahwa kenyamanan yang sesungguhnya adalah apabila kita ngantor masuk dengan seenaknya.

Tidak ada jam masuk yang diberlakukan untuk kita. Suka-suka donk. Yupz, Anda benar.

Dan begitu juga dengan pulangnya, kita bisa pulang kapan saja kita mau. Karena memang tidak ada yang namanya jam pulang.

Nah loch, bingung? Gitu aja koq bingung, yang saya maksudkan tadi itu adalah usahawan.

Seorang pengusaha itu tidak memiliki keterikatan jam kerja. Terserah mau buka warung atau tokonya habis subuh, sore hari atau bahkan malam hari.

Tidak ada yang melarang. Paham!

Uenaknya jadi pengusaha. Jadi segala sesuatunya kita yang ngatur, begitu ya....!! Weleh, weleh, weleh......

Tetap semangat.

Semoga bermanfaat.